Nama: NABILA
NIM: 240907501011
Kelas: A
Inflasi dan Deflasi
Pengertian Inflasi
Inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga barang yang sifatnya umum, terus-menerus dalam jangka waktu lama, dan berakibat pada penurunan nilai mata uang. Perlu digarisbawahi, inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga.
Dikutip dari Buku Ajar Pengantar Ekonomi (2024) oleh Ari Riswanto dkk, inflasi memiliki tiga komponen utama yaitu kenaikan harga, bersifat umum, dan berlangsung secara terus-menerus. Ada beberapa penyebab inflasi. Di antaranya konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi dan spekulasi, serta akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.
Perhitungan inflasi dilakukan dalam rentang waktu minimal bulanan. Dikutip dari laman Bank Indonesia, perhitungan inflasi negara Indonesia dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
BPS melakukan survei untuk mengumpulkan data harga dari berbagai macam barang dan jasa yang dianggap mewakili belanja konsumsi masyarakat. Data tersebut menjadi dasar penghitungan tingkat inflasi dengan membandingkan harga-harga saat ini dengan periode sebelumnya.
Inflasi juga berarti ukuran kuantitatif seberapa cepat harga barang dalam suatu perekonomian meningkat. Inflasi terjadi ketika barang dan jasa memiliki permintaan tinggi, sehingga menyebabkan penurunan ketersediaan (pasokan) dan kenaikan harga. Inflasi terkadang disebut sebagai terlalu banyak dolar yang mengejar terlalu sedikit barang.
Pasokan dapat menurun karena berbagai alasan. Misalnya, bencana alam dapat memusnahkan panen pangan, ledakan perumahan dapat menghabiskan persediaan bangunan, atau permintaan agregat dapat membanjiri inventaris. Apa pun alasannya, konsumen bersedia membayar lebih untuk barang yang mereka inginkan, yang menyebabkan produsen dan penyedia layanan mengenakan biaya lebih tinggi.
Ukuran inflasi yang paling umum adalah tingkat kenaikan indeks harga konsumen (IHK) . IHK adalah sekumpulan barang secara teoritis, termasuk barang dan jasa konsumen, perawatan medis, dan biaya transportasi. Pemerintah melacak harga barang dan jasa dalam sekumpulan barang dan jasa tersebut untuk memperoleh pemahaman tentang daya beli dolar AS.
Jenis-jenis Inflasi
Jenis inflasi terbagi menjadi tiga yaitu berdasarkan tingkat keparahan, asal kemunculannya, dan cakupan pengaruh kenaikan harga.
1. Berdasarkan tingkat keparahan
• Inflasi ringan (kurang dari 10%/tahun).
• Inflasi sedang (10-30%/tahun).
• Inflasi berat (30-100%/tahun).
• Hiperinflasi (lebih dari 100%/tahun).
2. Berdasarkan asal timbulnya inflasi
• Berasal dari dalam negeri. Contohnya yaitu defisit anggaran dan bencana.
• Berasal dari luar negeri, seperti kenaikan harga minyak dunia, serta biaya produksi di luar negeri dan impor tinggi.
3. Berdasarkan cakupan pengaruh kenaikan harga
• Inflasi tertutup
Kenaikan harga beberapa barang tertentu.
• Inflasi terbuka
Kenaikan harga barang secara keseluruhan.
• Inflasi tak terkendali
Inflasi yang sangat hebat dan terjadi kenaikan harga secara terus menerus.
Dampak Inflasi
Inflasi tidak saja berpengaruh pada krisis moneter, tetapi juga menurunkan kesejahteraan masyarakat. Berikut adalah dampak inflasi jika tidak segera diatasi.
1. Daya beli masyarakat menurun
Kenaikan harga barang dan jasa menyebabkan uang sama nilainya dapat membeli barang yang lebih sedikit.
2. Kemiskinan meningkat
Inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun. Akibatnya, standar hidup dari masyarakat turun dan menciptakan kemiskinan.
3. Stabilitas ekonomi terganggu
Hal ini terjadi karena adanya ketidakpastian pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan konsumsi, investasi, dan produksi. Akibatnya, terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi.
Contoh Inflasi dan Grafik
Contoh inflasi seperti misalnya kenaikan minyak goreng, dapat mengakibatkan kenaikan inflasi karena memberikan efek yang luas dan diikuti dengan kenaikan harga barang atau jasa lainnya.
Pada grafik di atas, harga ekuilibrium adalah Op dan output ekuilibrium adalah Oq. Jika penawaran agregat turun, maka kurva penawaran SS bergeser ke kiri hingga mencapai S 1 S 1 .
Sekarang, pada harga Op, permintaan adalah Oq tetapi penawaran adalah Oq 2 yang lebih rendah dari Oq. Oleh karena itu, harga terdorong tinggi hingga keseimbangan baru tercapai pada Op 1 .
Pada titik ini, tidak ada permintaan berlebih. Oleh karena itu, Anda dapat melihat bahwa inflasi adalah fenomena yang membatasi diri.
Pengertian Deflasi
Deflasi adalah suatu gejala dan kondisi saat harga barang secara umum mengalami penurunan, berlangsung lama, dan menyebabkan nilai uang meningkat. Deflasi terjadi karena kurangnya permintaan barang dan jasa, berkurangnya jumlah uang beredar, peningkatan produktivitas, serta adanya kebijakan moneter yang ketat seperti kenaikan suku bunga oleh bank sentral.
Dikutip dari buku Ekonomi Moneter (2024) oleh Helin G Yudawisastra dkk, sebenarnya deflasi yang terkendali memiliki dampak positif. Salah satunya penurunan harga barang yang menguntungkan konsumen dan bisnis. Hal ini mampu mendorong daya beli konsumen yang lebih besar dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pada saat inflasi tinggi, periode deflasi juga dapat memulihkan stabilitas harga dan kepercayaan konsumen. Namun, tentu saja deflasi perlu diawasi dengan ketat karena jika tidak terkendali akan berdampak negatif.
Jenis-jenis Deflasi
Jenis deflasi terbagi menjadi dua, yaitu deflasi strategis dan deflasi sirkulasi.
1. Deflasi strategis
Deflasi jenis ini menekankan pada kegagalan dalam pembuatan dan penerapan kebijakan pemerintah atau Bank Sentral. Kebijakan ini akan mempermudah masyarakat mendapatkan berbagai jenis kredit dari bank dengan suku bunga yang tinggi. Akibatnya, sirkulasi uang dan harga menjadi menurun.
2. Deflasi sirkulasi
Deflasi sirkulasi terjadi karena ketidakseimbangan produksi dan konsumsi di pasar. Akibatnya terjadi penumpukan stok dan penurunan harga secara umum.
Deflasi ini umumnya terjadi saat ekonomi negara mengalami proses peralihan dari periode pertumbuhan yang maju menuju penurunan.
Dampak Deflasi
Deflasi juga berdampak kurang baik bagi perekonomian. Hal ini dijelaskan dalam artikel jurnal Dampak Deflasi terhadap Perekonomian dan Upaya Mengatasinya oleh Eka Budiyanti dan Deniza Mulia Nita.
1. Permintaan masyarakat menurun.
Akibatnya, konsumsi rumah tangga yang berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi ikut menurun.
2. Tingkat investasi menurun.
Pada situasi deflasi, pengusaha atau investor akan memperkirakan bahwa harga akan terus menurun, sehingga keuntungan dari investasi baru akan menjadi lebih rendah.
3. Jumlah pengangguran meningkat.
Hal ini karena perusahaan mengurangi produksi dan menunda investasi. Dampaknya terjadi penurunan upah dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
4. Risiko resesi ekonomi meningkat.
H. Contoh Deflasi
Turunnya harga pangan di Indonesia Kejadian ini terjadi pada tahun 2019, Ketika harga komoditas makanan seperti bahan pokok dan bumbu dapur akan menurun. Angka deflasinya adalah 0,27 persen.
Referensi
https://www.investopedia.com/ask/answers/111414/what-difference-between-inflation-and-deflation.asp
https://www.toppr.com/guides/fundamentals-of-economics-and-management/money/forms-of-inflation/

0 Komentar